This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 12 Mei 2014

warna dan makna bunga

bunga tak hanya untuk memperindah pekarangan,memperindah ruangan dan lain-lain
selain dari segi estetika buka mempunyai fungsi atau kegunakaan salah satunya dalah untuk mewakili perasaan
dalam setiap bunga mempunyai warna dan nama itu semua ada maknanya. dibawah ini uraian tentang nama bunga,warana serta maknanya



BUNGA ANGGREK
Cinta, cantik, keindahan, kebijaksanaan, perhatian, perbaikan, Chinese symbol untuk banyak anak
Pink : kasih sayang murni
Kuning : keanggunan
Hitam : kekuasaan dan otoritas mutlak
Putih
: keindahan, kelembutan, kemurnian, kepolosan, kebaikan
Merah : semangat, daya energi, kekuatan cinta
Lavender
: memprovokasi percintaan dan keanggunan
Ungu : membangkitkan misteri dan ketidakpastian
Biru
: bermakna dalam, kekuatan dan stabilitas



BUNGA MAWAR
simbol cinta dan gairah
Pink : Sayangku, rasa kagum , kebahagiaan, “percayalah padaku”, terimakasih
Merah
: Cinta , cantik , aku cinta padamu , rasa hormat , keberanian
Merah Hati : Kecantikan
Merah dan Putih
: Simbol penyatuan
Merah dan Kuning : Ucapan selamat, persahabatan atau jatuh cinta
Kuning
: Awal baru, kegembiraan, persahabatan ( dulu mawar kuning berarti ketidaksetiaan, cemburu)
Kuning dan Jingga : Semangat
Putih
: Cinta Sejati, lugu, amat menyenangkan, rahasia dan diam
Jingga :Keinginan, antusiame
Peach
: Manis, rasa terimakasih, apresiasi, kekaguman, simpati
Ungu : Keunikan, cinta pada pandangan pertama, perlindungan cinta ibu/ayah
Biru
: Misteri
Hijau : Tenang
Hitam
: Kematian


BUNGA AKASIA
Cinta yang terpendam, cinta suci dan keindahan
Kuning : cinta rahasia
Merah muda dan Putih
: persahabatan
Pink : keanggunan



BUNGA LILY
Kemurnian, kesopanan, suci
Putih : pengabdian, persahabatan, simpati, mulia, murni, suci
Merah Muda
: kekayaan dan kemakmuran
Orange: kebencian, penghinaan, kesombongan
Kuning
: kebohongan, kepalsuan, keriangan



Tiap-tiap bunga dengan warna berbeda bisa diinterpetasikan secara keilmuan bahkan tradisional.

Keilmuan:
Jika dibedakan dari segi keilmuan, warna diketahui bisa membawa efek ke dalam pikiran. Jadi, sebuah warna bisa mempengaruhi kesenangan, tekanan dalam tubuh, membawa energi, atau bersifat menenangkan. 

Tradisional:
1. Merah: melambangkan romantis
2. Kuning: melambangkan persahabatan
3. Putih: melambangkan penghormatan
4. Peach: melambangkan tanda terima kasih
5. Merah muda: melambangkan penghargaan
6. Oranye: melambangkan api semangat
7. Ungu: melambangkan cinta pada pandangan pertama
Bunga juga bisa digunakan sebagai pengobatan. Misalnya:
1. Hitam: bisa menimbulkan tenaga, percaya diri, dan meningkatkan kemampuan
2. Biru: memberikan ketenangan dalam pikiran dan jiwa. Warna ini juga bisa menurunkan tekanan darah tinggi
3. Merah: digunakan untuk memacu semangat dan pembangkit gairah
4. Hijau: memberikan relaksasi pada pikiran dan tubuh
5. Ungu: menimbulkan rasa tenang dan damai
6. Merah muda: memberikan ketenangan
7. Kuning: mencerminkan energi dan menyebarkan cahaya

 

Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil



Ditinjau dari masing-masing pola tulang daun
Tumbuhan Dikotil : Memiliki pola tulang daun Menyirip / menjari.
Tumbuhan Monokotil : Memiliki pola tulang daun Melengkung / sejajar.

Ditinjau dari masing-masing Jumlah kelopak bunga
Tumbuhan Dikotil : Biasanya jumlah kelopak bunga tumbuhan ini kelipatan empat atau lima.
Tumbuhan Monokotil : Pada umumnya jumlah kelopak bunga tumbuhan ini kelipatan tiga.

Ditinjau dari masing-masing jumlah keping biji (kotiledon)
Tumbuhan Dikotil : Mempunyai 2 buah keping biji.
Tumbuhan Monokotil : Mempunyai 1 buah keping biji.

Ditinjau dari masing-masing akarnya
Tumbuhan Dikotil : Memiliki akar tunggang yang kuat.
Tumbuhan Monokotil : Memiliki serabut yang kurang kuat.

Ditinjau dari masing-masing Tudung akar
Tumbuhan Dikotil : Tidak Mempunyai tudung akar.
Tumbuhan Monokotil : Mempunyai tudung akar.

Ditinjau dari masing-masing Pelindung akar dan batang lembaga
Tumbuhan Dikotil : Pada ujung akar tumbuhan dikotil tidak di liputi oleh selaput pelindung.
Tumbuhan Monokotil : Ujung akar lembaga dan pucuk lembaga dilindungi oleh batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza.

Ditinjau dari masing-masing Kandungan akar dan batang
Tumbuhan Dikotil : Terdapat kambium.
Tumbuhan Monokotil : Tidak terdapat kambium.

Ditinjau dari masing-masing Pertumbuhan akar dan batang
Tumbuhan Dikotil : Dapat tumbuh dan berkembang menjadi besar.
Tumbuhan Monokotil : Tidak dapat tumbuh berkembang menjadi besar.

Diatas sudah di uraikan dengan spesifik antara perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil, semoga artikel ini bermanfaat dan silahkan jadikan referensi makalah anda juga.
Tetap kunjungi Info Terbaru dengan artikel-artikel menarik lainnya..



Keberhasilan dan Kegagalan Pembangunan Ekonomi Indonesia




Tidak dapat dipungkiri, pemerintah Orde Baru cukup berhasil dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi (rata-rata 7% pada kurun waktu awal 1990-an hingga pertengahan 1990-an), sehingga Indonesia pernah dikategorikan sebagai “Macan Asia” oleh Bank Dunia. Hal itu mungkin menjadi prestasi tertinggi terakhir yang diperoleh Indonesia pada pemerintahan Orde Baru.
Sebelumnya, pemerintah Orde Baru berhasil membawa Indonesia berswasembada pangan (1985), serta menekan angka kelahiran bayi yang sangat tinggi pada masa pemerintahan Orde Lama. Pemerintah Orde Baru juga berupaya menciptakan pemerataan persebaran penduduk melalui transmigrasi. Cara ini terlihat cukup efektif di awal-awal pelaksanaannya. Di samping itu, pemerintah Orde Baru juga berhasil menekan laju inflasi dari sekitar 650 persen di zaman Orde Lama menjadi berada rata-rata di bawah dua digit hinga krisis ekonomi mulai melanda di tahun 1997. Ekspor nonmigas Indonesia juga meningkat, sehingga Indonesia tidak selalu bergantung pada ekspor minyak dan gas bumi.
Akan tetapi, pembangunan Indonesia banyak bergantung pada bantuan luar negeri. Negara-negara maju yang bergabung dalam Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI), yang kemudian menjadi Consultative Group on Indonesia (CGI) berkomitmen untuk secara teratur menyuplai perekonomian Indonesia dengan hutang luar negeri. Hal ini menybabkan kemandirian perekonomian Indonesia melemah. Ketergantungan kepada modal asing mengakibatkan perekonomian menjadi hancur ketika badai krisis melanda tahun 1997. Melemahnya nilai tukar rupiah menyebabkan banyak investor asing yang keluar dari Indonesia.
Pemerintah Orde Baru jelas gagal membuat rupiah sebagai mata uang kuat. Nilai rupiah tetap lemah sejak awal Orde Baru hingga sekarang. Pada tahun 1970-an, mobil baru dapat dibeli dengan harga Rp 1.000,00. Saat in, kita tidak bisa membeli sebuah mobil baru secara tunai jika hanya mengantongi Rp 50 juta.
Pada masa reformasi, pemerintah berhasil menciptakan kebebasan pers, yang sangat bermanfaat sebagai alat kontrol pembangunan. Pers membuat masyarakat sadar politik dan sadar hak sebagai warga negara. Pemerintah juga berhasil membuat iklim berpolitik yang jauh lebih sehat dibanding masa Orde Baru. Kehidupan politik Indonesia lebih demokratis dan dinamis pada masa Orde Reformasi.
Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) adalah kegagalan terbesar dalam pembangunan Indonesia, mulai dari pemerintahan masa Orde Baru hingga saat ini. KKN mengakibatkan dunia bisnis dihadapakan pada “biaya-biaya siluman” dari pungutan tak resmi, yang menyebabkan proses produksi tidak efisien dan harga menjadi mahal. KKN juga menyebabkan rendahnya profesionalisme dan wibawa para pejabat negara dan mengakibatkan penegakan hukum amat sulit diterapkan di Indonesia.
Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi masih memiliki peranan yang sangat penting dalam rangka menyukseskan pembangunan nasional. Keduanya harus berjalan secara beriringan demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Namun, memang tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali masalah-masalah yang dapat menghambat tercapainya tujuan pembangunan nasional, seperti masalah pengangguran, inflasi dan lain sebagainya. Untuk mengatasinya perlu kecakapan pemerintah dalam mengelola kebijakan anggaran.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More